Langsung ke konten utama

Hey, Happy Birthday!


"Happy Birthday! i wish you all the best"
Ucapan paling klasik yang selalu didapatkan semua orang pada setiap tahun. Pasti pernah dong ngerasa bosen dan males untuk sekedar ngucapin selamat ulangtahun ke orang lain? Tapi di satu sisi saat hari kita tiba, kita menunggu dan menginginkan orang lain secepatnya mengucapkan selamat pada kita. Memang egois sih, tapi itu kenyataannya kan?
Beberapa orang mungkin memilih untuk ga peduli akan hal ini. Ga suka dengan adanya perayaan ini, atau semacamnya. Ada juga orang yang memang udah ga peduli dengan adanya ucapan itu sih dari awal, ga masalah mau ada orang yang ngucapin atau ngga. Dan aku salah satu orang yang pernah ada di setiap masa itu.
Aku pernah berpikir bahwa hal itu ga penting, ga perlu ada hal itu ya ga masalah. Karena menurutku untuk apa sih kita mengulang itu di setiap tahunnya, yang jujur aku pribadi merasakan bahwa saat hari itu tiba biasa aja, ga ada yang spesial, sama aja seperti hari-hari lainnya. Bahkan aku pernah merasa ga suka sama ulangtahun, ga suka dikasih surprise yang seakan-akan ga terpikirkan dan bikin terkejut padahal kita ngulangin itu tiap tahunnya, jadi untuk apa harus pura-pura gatau. Pernah juga ngerasa males banget buat ucapin selamat ke orang, yang dipikir lagi ya ga berat kalo cuman sekedar ngucapin happy birthday, cuman ngetik dua kata itu doang terus tinggal send, atau bilang langsung yang ga ngabisin waktu lebih dari tiga detik bahkan.

Sampe akhirnya nyadar kalo itu tuh bisa jadi salah satu bentuk rasa syukur kita sama Tuhan yang udah kasih kesempatan kita untuk hidup lebih lama lagi. Walaupun memang bersyukur itu harus kita lakukan setiap hari bahkan setiap saat, bukan saat ulang tahun doang. Tapi menurutku, adanya hari itu tuh bisa jadi pengingat untuk kita yang mungkin sering lupa bersyukur. Dengan menerima ucapan dan doa dari orang-orang sekitar yang bisa menyadarkan kalo kita udah dikasih kesempatan hidup selama ini lho. Apa sih yang udah kita dapetin? Kita udah ngelakuin apa saja sih? Pertanyaan-pertanyaan itu yang bisa jadi bahan introspeksi untuk diri kita sendiri. Untuk tau progress di hidup kita sendiri, dan akhirnya nentuin mau gimana selanjutnya, mau biarin pasrah gini-gini aja, atau mau coba yang lebih dari ini.

Aku mulai menyadari semua itu saat melihat sebagian orang merasa bahwa perayaan ulang tahun dianggap cukup penting, bahkan mereka sangat menantikan dan menyambut baik saat hari itu tiba. Tidak sedikit dari mereka merasakan bahagia, haru, kagum, dan perasaan campur aduk lainnya yang mereka rasakan. Rasa bersyukur dan terima kasih mereka sama Tuhan, orang-orang, yang ikut andil membuat hari itu menjadi lebih spesial. Bahkan secara ga sadar aku sendiri pun bisa ikut merasakan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan, yang bikin ga tega kalo ga ikut andil membuat hari bahagia mereka dengan sekedar ngucapin yang sangat amat mudah untuk dilakukan.

Sejak itu aku mulai mencoba untuk merasakan hari spesialku sendiri dan membuat diriku bahagia akan hal itu. Dan ternyata rasanya memang sangat membahagiakan, aku merasa senang, haru, sedih akan ucapan dan doa dari orang-orang, sampe aku membaca ucapan itu berulang-ulang, dan masih senyum-senyum sendiri setiap membacanya. Aku juga merasa kalo ternyata selama ini aku dikelilingi banyak orang-orang baik yang peduli dan selalu support aku. Yang membuat aku sadar kalo selama ini aku ga sendiri seperti yang aku kira sebelumnya, aku hanya menutup mata dan tidak membiarkan orang lain masuk ke dalam kehidupanku. Semenjak itu aku jadi suka terlibat di hari bahagia orang-orang sekitarku, setidaknya aku selalu ngucapin selamat dan berdoa untuk kebaikan mereka. Aku pengen mereka semua merasakan kebahagiaan yang baru aku sadari dan mungkin mereka juga belum merasakan itu sebelumnya sama seperti aku.

Sampe satu waktu pernah ada saat dimana aku ulang tahun, dan orang-orang sekitarku beneran lupa kalo hari itu ada sesuatu yang berhubungan dengan aku. Rasanya aneh, bangun tidur ga dapetin ucapan sama sekali, menjelang sore hanya satu dua orang yang akhirnya ngucapin, sampe mau berganti hari beberapa orang bilang lupa kalo hari ini ulang tahun ku. Sedikit merasa kecewa, sekaligus sadar kalo ternyata ini ya rasanya orang-orang yang menganggap hari ulang tahun spesial, dan membahagiakan untuk mereka. Sadar kalo aku sering tidak peduli dengan kebahagiaan orang lain sebelumnya, sampai aku merasakan itu sendiri.

Ternyata ada saat dimana jika kita ingin merasa bahagia berarti kita tidak boleh lupa untuk membahagiakan orang lain juga. Karena nyata adanya kalo kebahagiaan itu sesuatu hal yang menular. Membuat bahagia orang lain pun tidak susah. Kalo emang kita niat dan benar-benar ingin melakukannya, hal itu akan selalu menjadi mudah. Dan bersyukur atas semua hal yang kita punya, itu membantu kita untuk lebih mudah merasakan kebahagiaan. Jadi, jangan pernah berhenti untuk berusaha buat orang-orang disekitar kita bahagia jika kita ingin bahagia juga. Sekecil apapun hal yang bisa kita lakukan, maka lakukanlah, karena itu bisa menjadi sesuatu yang besar untuk orang lain. Sama halnya semudah mengucapkan "Happy Birthday", dan ucapan selamat lainnya di momen-momen tertentu. Ga susah kan untuk ngelakuin itu? Terus kenapa harus diam dan ga mau terlibat?
Jika memang telat karena lupa pun, tidak masalah bagiku. Itu manusiawi, karena aku bukanlah satu-satunya orang yang ada di hidup mereka. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?

Untuk siapa pun yang sedang berulang tahun hari ini, Happy Birthday For You! Semoga kalian selalu merasa bahagia atas hidup yang kalian jalani :)
Have a nice day๐Ÿ’–

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My chapter in new life, started in here...

Hello! To be honest, i don't know how to start it. It's my first time to using blogger, so i want to apologize if there's something weird and making you uncomfortable while reading it๐Ÿ˜Š Aku mau memulai dengan menceritakan latar belakang kenapa akhirnya memutuskan membuat blog ini. So, here it is... Alasan pertama sebenernya karena iseng aja sih, pengen punya tuntutan supaya bisa nulis terus sekalian bisa ngembangin skill nulis juga. Karena jujur aku memang suka nulis apapun, dari hal-hal random yang ada di otak aku, keresahan tentang banyak hal disekitar aku, sampai curhat pun aku lewat tulisan.  Awal mulanya sering ngerasa stress dan muak sendiri sama hal-hal yang ada di otak aku, yang cuman gitu-gitu aja ga ada ujungnya, ga ada penyelesaiannya. Awalnya aku diemin aja, karena aku sendiri juga bingung harus gimana. Sampai akhirnya aku lagi bosen, tiba-tiba nulis sesuatu yang aku lagi pikirin di kertas, dan ngerasa, kok seru ya? Ada sesuatu hal yang ga bisa...

If you can't speak well, then shut up!

Pernah gak sih ngerasa sakit hati sama omongan orang? Dan bingung harus gimana karena gak pengen debat atau gak mau bikin situasi jadi gak nyaman.  Aku yakin itu sesuatu hal yang sering banget dirasain sama banyak orang. Entah pelakunya adalah orang terdekat atau bahkan orang yang gak kita kenal. Walaupun kadang, di situasi tertentu kita juga pernah menjadi pelaku, dan melakukannya pada orang lain secara sadar atau tidak sadar. Emang sih, berpendapat itu gak salah. Semua orang bebas untuk mengungkapkan apapun, apalagi di era yang serba canggih kayak sekarang. Yang dimana orang-orang bisa kasih pendapat melalui berbagai  platform dalam waktu sepersekian detik. Tapi menurutku, saking bebasnya malah banyak orang yang jadi kebablasan dalam berpendapat. Sekarang ini orang-orang lebih sering bicara dulu baru mikir daripada mikir dulu baru bicara.  Mereka gak mempertimbangkan apa pendapat mereka itu layak, sopan dalam penyampaiannya, sudah menggunakan tata bahasa yang baik at...