Langsung ke konten utama

Three Magic Words





Maaf, Tolong, Terimakasih.

Kata yang sangat sederhana namun terasa sulit untuk diucapkan. kenapa? mungkin gengsi, tidak peduli, atau mulai lupa akan manners?
kadang bingung mikirin apa susahnya untuk ngucapin tiga kata itu.. seberapa seringnya sih orang-orang ga dihargain? dan apa harus mereka melakukan cara yang sama ke oranglain juga? kenapa harus membiasakan hal yang tidak patut untuk dibiasakan?
seberapa rugi sih membuat orang lain bahagia dan merasa dihargai?

cause you know what they say, apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai. it's the true magic. kalo kita pengen bahagia dan dihargai,  kita juga harus melakukan hal yang sama pada orang lain. ga ada yang salah kok untuk membuat orang lain bahagia dan membantu menyadari diri mereka berharga, bahkan dengan itu secara ga sadar ikut membuat kita bahagia juga.
orang-orang seakan melupakan hal kecil yang sangat berdampak besar. sangat sepele namun berarti. not only us who feel sad, confused, messy, anger, or whatever. it's totally normal, but you should remember, you're not the only one who feels that way. 
kita bisa melakukan hal-hal kecil yang membuat orang lain merasa bahagia dan dihargai, karena kebahagiaan itu menular.

kita harus membiasakan untuk bilang 'maaf' jika melakukan kesalahan atau hal yang membuat orang lain merasa terganggu dan bahkan ter-noticed atas apa yang telah kita lakukan. karena itu menunjukkan bahwa kita tidak berniat melakukan kesalahan tersebut dan tidak bermaksud mengganggu mereka. 
membiasakan untuk bilang 'tolong' jika memerlukan bantuan orang lain atas hal apapun, walaupun hanya sekedar meminta untuk diambilkan sesuatu di hadapan mereka agar diberikan pada kita atau hal sepele lainnya. karena kita gatau apa yang telah dikorbankan orang itu saat membantu kita, sehingga mereka pun tidak merasa menyesal telah membantu kita karena kita menghargai pertolongan mereka.
membiasakan untung bilang 'makasih' atas hal yg telah diperbuat orang lain untuk kita, walaupun kita tidak memintanya. karena dengan itu orang lain akan merasa bahwa apa yang telah mereka lakukan tidak sia-sia, sehingga mereka akan senantiasa melakukannya lagi dengan senang hati.

dengan membiasakan mengucap tiga kata itu saja kita bisa menyebarkan hal positif kepada orang-orang disekitar kita, memberi contoh baik untuk dilakukan kembali oleh orang lain, dan belajar menghargai keberadaan mereka dengan cara yang baik. 
jujur aku sangat senang kalo orang-orang disekitar aku melontarkan kata-kata itu atas apa yang telah aku lakukan, walaupun hal yang aku lakukan mungkin tidak terlalu penting dan tidak berpengaruh besar atas apapun tapi saat mereka merespon dengan bilang 'maaf' 'tolong' 'makasih' aku merasa dihargai as a person dan setidaknya mereka peduli terhadap apa yang aku lakukan. sama halnya saat aku melontarkan kata-kata tersebut pada orang lain, dan ga sedikit dari mereka menunjukkan raut senang atau hanya melempar senyum, kayak gitu aja udah turut membuatku merasa senang. kadang hal-hal seperti itu juga membuat mood-ku lebih baik di saat-saat tertentu.

intinya bahwa kita ga pernah tau apa yang sedang orang lain rasakan, dan seberapa kadar bahagia mereka. bisa aja dengan hal kecil yang kita lakukan ternyata membuat orang tersebut bahagia atau setidaknya sedikit memperbaiki hari mereka. kadang saat orang lain bahagia atas apa yang telah kita lakukan, justru kita bisa lebih merasa bahagia akan hal itu.
ga perlu mikirin apa respon orang lain saat kita bilang 'maaf' 'tolong' 'makasih', yang terpenting kita telah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai manusia yang menghargai dan ingin dihargai orang lain.

Terimakasih untuk kalian semua yang masih menggunakan tiga kata tersebut!
Semoga kebiasaan baik itu selalu ada dalam diri kalian. Have a nice day :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My chapter in new life, started in here...

Hello! To be honest, i don't know how to start it. It's my first time to using blogger, so i want to apologize if there's something weird and making you uncomfortable while reading it๐Ÿ˜Š Aku mau memulai dengan menceritakan latar belakang kenapa akhirnya memutuskan membuat blog ini. So, here it is... Alasan pertama sebenernya karena iseng aja sih, pengen punya tuntutan supaya bisa nulis terus sekalian bisa ngembangin skill nulis juga. Karena jujur aku memang suka nulis apapun, dari hal-hal random yang ada di otak aku, keresahan tentang banyak hal disekitar aku, sampai curhat pun aku lewat tulisan.  Awal mulanya sering ngerasa stress dan muak sendiri sama hal-hal yang ada di otak aku, yang cuman gitu-gitu aja ga ada ujungnya, ga ada penyelesaiannya. Awalnya aku diemin aja, karena aku sendiri juga bingung harus gimana. Sampai akhirnya aku lagi bosen, tiba-tiba nulis sesuatu yang aku lagi pikirin di kertas, dan ngerasa, kok seru ya? Ada sesuatu hal yang ga bisa...

Hey, Happy Birthday!

"Happy Birthday! i wish you all the best" Ucapan paling klasik yang selalu didapatkan semua orang pada setiap tahun. Pasti pernah dong ngerasa bosen dan males untuk sekedar ngucapin selamat ulangtahun  ke orang lain? Tapi di satu sisi saat hari kita  tiba, kita menunggu dan menginginkan orang lain secepatnya mengucapkan selamat  pada kita. Memang egois sih, tapi itu kenyataannya kan? Beberapa orang mungkin memilih untuk ga peduli akan hal ini. Ga suka dengan adanya perayaan ini, atau semacamnya.  Ada juga orang yang memang udah ga peduli dengan adanya ucapan itu sih dari awal, ga masalah mau ada orang yang ngucapin atau ngga. Dan aku salah satu orang yang pernah ada di setiap masa itu. Aku pernah berpikir bahwa hal itu ga penting, ga perlu ada hal itu ya ga masalah. Karena menurutku untuk apa sih kita mengulang itu di setiap tahunnya, yang jujur aku pribadi merasakan bahwa saat hari itu tiba biasa aja, ga ada yang spesial, sama aja seperti hari-hari lainn...

If you can't speak well, then shut up!

Pernah gak sih ngerasa sakit hati sama omongan orang? Dan bingung harus gimana karena gak pengen debat atau gak mau bikin situasi jadi gak nyaman.  Aku yakin itu sesuatu hal yang sering banget dirasain sama banyak orang. Entah pelakunya adalah orang terdekat atau bahkan orang yang gak kita kenal. Walaupun kadang, di situasi tertentu kita juga pernah menjadi pelaku, dan melakukannya pada orang lain secara sadar atau tidak sadar. Emang sih, berpendapat itu gak salah. Semua orang bebas untuk mengungkapkan apapun, apalagi di era yang serba canggih kayak sekarang. Yang dimana orang-orang bisa kasih pendapat melalui berbagai  platform dalam waktu sepersekian detik. Tapi menurutku, saking bebasnya malah banyak orang yang jadi kebablasan dalam berpendapat. Sekarang ini orang-orang lebih sering bicara dulu baru mikir daripada mikir dulu baru bicara.  Mereka gak mempertimbangkan apa pendapat mereka itu layak, sopan dalam penyampaiannya, sudah menggunakan tata bahasa yang baik at...