Langsung ke konten utama

Kenapa malas untuk sehat?

Seberapa susahnya sih kalian buang sampah bekas diri kalian sendiri?
Hal sekecil itu apa harus mengandalkan orang lain juga?
Padahal kadang orang itu juga loh yang ngeluh dan keganggu dengan adanya sampah berserakan di sekitarnya, tapi kadang mereka lupa untuk sadar kalau mereka juga berpartisipasi buang sampah sembarangan. Bahkan udah ada himbauan untuk buang sampah ke tempatnya pun masih ga dipeduliin. Aku salah satu mahasiswa di salah satu universitas di Malang, dan tiap aku lagi makan dikantin selalu aja ada sampah di meja yang aku tempatin. Bahkan kayaknya ga pernah deh dapetin meja yang bersih dari sampah bekas makanan orang lain. Padahal letak tempat sampahnya itu deket-deket dari tempat duduk, dan ga cuman satu.
Aku sering ngingetin temen-temen aku untuk buang sampahnya tiap abis makan di suatu tempat, karena kalau ga di ingiten mereka langsung main pergi aja dan ninggalin sampah-sampah bekas mereka. Ada yang tiap diingetin mereka sadar dan langsung buang sampahnya, tapi ada juga yang malah ngejawab 'biarin aja nanti juga ada yang bersihin' atau 'kan ada petugas yang ngebersihin'. Pertanyaan aku adalah, kalau memang kita masih punya tangan dan kaki yang masih bisa digunakan dengan baik untuk ngelakuin itu sendiri, kenapa harus mengandalkan orang lain? Lagian apa susahnya sih ngebawa sampah-sampah kita untuk dibuang sekalian kita pergi? Secara ga langsung juga kita membantu pekerjaan orang lain, ga akan rugi kok. Lagi pula petugas kebersihan itu bukan sekedar cuman buangin sampah-sampah bekas kita doang, mungkin aja dia punya tugas lainnya yang lebih berat dan kita gatau. Dan logikanya, sampah-sampah itu bekas diri kita sendiri, jadi kita juga dong yang bertanggungjawab untuk membuang dan membersihkannya, bukan orang lain. Karena kadang kita aja ga mau kan kalau harus ngebuang sampah bekas orang lain jika bukan karena terpaksa?

Jadi, tolong dibiasakan untuk buang sampahnya sendiri langsung ke tempat sampah ya. Dimulai dari membiasakan untuk langsung bersihin dan buang bekas/sisa makanan tiap abis selesai makan junk-food, buang bekas jajanan tiap abis makan dikelas atau ditempat umum lainnya. Dan jangan lupa untuk ngingetin orang-orang sekitar juga supaya ngelakuin hal yang sama.
Demi kenyamanan kita semua kok, bukan cuman untuk orang-orang tertentu aja. 
Semoga selalu sadar untuk ngelakuin suatu kebiasaan baik yaa :)

Semangaatt semuanya, jangan pernah bosen untuk selalu berbuat kebaikan. Have a nice day!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My chapter in new life, started in here...

Hello! To be honest, i don't know how to start it. It's my first time to using blogger, so i want to apologize if there's something weird and making you uncomfortable while reading it๐Ÿ˜Š Aku mau memulai dengan menceritakan latar belakang kenapa akhirnya memutuskan membuat blog ini. So, here it is... Alasan pertama sebenernya karena iseng aja sih, pengen punya tuntutan supaya bisa nulis terus sekalian bisa ngembangin skill nulis juga. Karena jujur aku memang suka nulis apapun, dari hal-hal random yang ada di otak aku, keresahan tentang banyak hal disekitar aku, sampai curhat pun aku lewat tulisan.  Awal mulanya sering ngerasa stress dan muak sendiri sama hal-hal yang ada di otak aku, yang cuman gitu-gitu aja ga ada ujungnya, ga ada penyelesaiannya. Awalnya aku diemin aja, karena aku sendiri juga bingung harus gimana. Sampai akhirnya aku lagi bosen, tiba-tiba nulis sesuatu yang aku lagi pikirin di kertas, dan ngerasa, kok seru ya? Ada sesuatu hal yang ga bisa...

Hey, Happy Birthday!

"Happy Birthday! i wish you all the best" Ucapan paling klasik yang selalu didapatkan semua orang pada setiap tahun. Pasti pernah dong ngerasa bosen dan males untuk sekedar ngucapin selamat ulangtahun  ke orang lain? Tapi di satu sisi saat hari kita  tiba, kita menunggu dan menginginkan orang lain secepatnya mengucapkan selamat  pada kita. Memang egois sih, tapi itu kenyataannya kan? Beberapa orang mungkin memilih untuk ga peduli akan hal ini. Ga suka dengan adanya perayaan ini, atau semacamnya.  Ada juga orang yang memang udah ga peduli dengan adanya ucapan itu sih dari awal, ga masalah mau ada orang yang ngucapin atau ngga. Dan aku salah satu orang yang pernah ada di setiap masa itu. Aku pernah berpikir bahwa hal itu ga penting, ga perlu ada hal itu ya ga masalah. Karena menurutku untuk apa sih kita mengulang itu di setiap tahunnya, yang jujur aku pribadi merasakan bahwa saat hari itu tiba biasa aja, ga ada yang spesial, sama aja seperti hari-hari lainn...

If you can't speak well, then shut up!

Pernah gak sih ngerasa sakit hati sama omongan orang? Dan bingung harus gimana karena gak pengen debat atau gak mau bikin situasi jadi gak nyaman.  Aku yakin itu sesuatu hal yang sering banget dirasain sama banyak orang. Entah pelakunya adalah orang terdekat atau bahkan orang yang gak kita kenal. Walaupun kadang, di situasi tertentu kita juga pernah menjadi pelaku, dan melakukannya pada orang lain secara sadar atau tidak sadar. Emang sih, berpendapat itu gak salah. Semua orang bebas untuk mengungkapkan apapun, apalagi di era yang serba canggih kayak sekarang. Yang dimana orang-orang bisa kasih pendapat melalui berbagai  platform dalam waktu sepersekian detik. Tapi menurutku, saking bebasnya malah banyak orang yang jadi kebablasan dalam berpendapat. Sekarang ini orang-orang lebih sering bicara dulu baru mikir daripada mikir dulu baru bicara.  Mereka gak mempertimbangkan apa pendapat mereka itu layak, sopan dalam penyampaiannya, sudah menggunakan tata bahasa yang baik at...