Langsung ke konten utama

underestimated?

Kenapa ya orang-orang terkesan meremehkan atau menganggap mudah dan gak penting terhadap hal-hal yang orang lain lakukan dan dapatkan? Tau apa sih mereka sama hal-hal yang udah orang itu lalui sampai akhirnya ada di titik ini? 
Pernah gak sih diperlakukan kayak gitu? Atau pernah melakukan kayak gitu ke orang lain?
Aku yakin kita pernah mengalami keduanya, entah sadar atau nggak sama kedua hal yang saling berkaitan ini terjadi di hidup kita.
Emang gampang ya untuk menilai sesuatu hal yang orang lain lakukan tanpa kita tau gimana prosesnya. Untuk kalian yang sering merasa diremehkan sama orang lain pasti tau gimana sabarnya nunggu sesuatu yang kita inginkan dan akhirnya bisa kita dapatkan. Banyak hal yang gak semua orang bisa dengan mudahnya milikin itu. Gak semua pencapaian orang itu semudah apa yang kamu pernah capai. Jadi jangan pernah menganggap remeh semua hal yang orang lain punya. Se-gak-penting apapun itu, karena bisa jadi menurut mereka itu hal penting yang pernah terjadi dalam hidupnya. Kita gak pernah tau apa aja yang udah mereka lalukan dan korbankan sampai akhirnya bisa ada di titik itu. 
Sama hal nya dengan yang orang lain gatau atas apa aja yang kita perjuangkan demi mendapatkan sesuatu hal yang kita mau. Kita emang gak pernah bisa bikin semua orang puas dan paham terhadap hal yang kita perbuat. Terkadang kita harus bersikap 'bodo amat' pada beberapa hal yang emang udah gak bisa kita kontrol, setelah berusaha memperjuangkan itu semua tentunya. Bahkan dengan adanya orang yang meremehkan kita, justru kita bisa lebih terdorong untuk melakukan hal yang lebih dan membuktikan pada mereka bahwa kita bisa lebih baik dari apa yang mereka kira. Walaupun memang sulit untuk meyakinkan diri sendiri, tapi disaat orang lain tidak ada untuk meyakinkan kita, kita lah yang harus selalu ada untuk diri kita sendiri. Karena orang seperti itu akan diam saat kita berhasil melakukan lebih dari apa yang mereka kira. Dan saat itu tiba kita harus berterimakasih pada mereka karena telah membuat kita melakukan hal yang mungkin sebelumnya juga belum terbayangkan. 
Kita harus sadar kalau emang kita gak pernah bisa selalu ngerti sama hal yang gak kita rasain dan jalani sendiri. Jadi saat ada orang yang ngeremehin kita, kita harus ingat sama hal itu. Walaupun terdengar naif, tapi tetap harus kita lakukan demi memotivasi diri kita sendiri, sehingga kita gak mudah nyerah atas hal-hal yang datang untuk menjatuhkan semua yang telah kita coba bangun. 
Gak masalah kok dengan menjadi beda dari sebuah takaran keberhasilan kebanyakan orang. Contoh kecil dari kebanyakan orang yang menaruh standar tinggi pada suatu pencapaian, seperti harus bisa masuk universitas negeri atau ternama dengan mengambil jurusan A, yang semua orang mau, yang semua orang idamkan. Gak salah untuk punya keinginan dan cita-cita yang tinggi, bahkan untuk beberapa orang yang percaya kalo cita-cita itu gak boleh nanggung, supaya kita selalu bisa termotivasi untuk maju. Emang bener, kita harus punya tujuan yang kita pegang dan berusaha mencapainya. Tapi kita juga harus sadar sama kemampuan kita sendiri, sama komitmen yang bisa kita pegang. Punya impian atau cita-cita itu gak harus tinggi dan jauh kok, keinginan kita yang harus terpenuhi dalam waktu dekat ini juga termasuk cita-cita, yang lebih mudah terjangkau dan terasa proses untuk mendapatkannya. Kalo emang kita tau akan kemampuan dan komitmen kita mampu mendapatkan cita-cita yang lebih tinggi dan bertahan dalam persaingan dengan lebih banyak orang ya gak masalah, just do it kalo emang kita yakin dan senang untuk itu. Kita harus tau dulu kualitas diri kita sendiri, jangan sampe kita terpatahkan sama kenyataan  yang sebenarnya. Jangan menaruh standar tinggi hanya karena banyak orang melakukan itu. Kita harus tanya sama diri kita sendiri, kita bener-bener mau akan hal itu atau hanya ikut-ikutan karena minder doang, kita akan senang ngelakuin itu atau nggak, dan kira-kira kita bisa bertanggungjawab untuk menyelesaikan pilihan yang udah kita ambil atau nggak. Keberhasilan itu sebenarnya bukan dari apa yang orang lain lihat, tapi dari proses yang udah kita jalani dan kita gak nyesel akan itu. Sebaiknya gak usah malu karena gak bisa kuliah di universitas negeri, atau gak bisa masuk jurusan ternama yang orang idam-idamkan. Aku punya prinsip kalo lebih baik kita besar di tempat yang kecil daripada kecil di tempat yang besar. Karena kita bisa lebih mudah untuk terus berkembang sampai akhirnya tempat kecil itu menjadi besar, dan prosesnya akan lebih terasa. Dari pada kita kecil di tempat yang besar dan terus terkubur karena rasa minder terhadap lingkungan disekitar kita. Lembaga itu gak menjamin kita menjadi sesuatu, karena yang menjamin akan hal itu ya hanya diri kita sendiri. Jadi mau berada dimanapun kita itu bukan suatu masalah jika kita bisa terus berkembang dan bertahan sesuai porsi yang kita punya.

Semangat terus ya untuk kita semua, semoga kita bisa berhasil mencapai titik yang kita perjuangkan!

Have a nice day 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My chapter in new life, started in here...

Hello! To be honest, i don't know how to start it. It's my first time to using blogger, so i want to apologize if there's something weird and making you uncomfortable while reading it😊 Aku mau memulai dengan menceritakan latar belakang kenapa akhirnya memutuskan membuat blog ini. So, here it is... Alasan pertama sebenernya karena iseng aja sih, pengen punya tuntutan supaya bisa nulis terus sekalian bisa ngembangin skill nulis juga. Karena jujur aku memang suka nulis apapun, dari hal-hal random yang ada di otak aku, keresahan tentang banyak hal disekitar aku, sampai curhat pun aku lewat tulisan.  Awal mulanya sering ngerasa stress dan muak sendiri sama hal-hal yang ada di otak aku, yang cuman gitu-gitu aja ga ada ujungnya, ga ada penyelesaiannya. Awalnya aku diemin aja, karena aku sendiri juga bingung harus gimana. Sampai akhirnya aku lagi bosen, tiba-tiba nulis sesuatu yang aku lagi pikirin di kertas, dan ngerasa, kok seru ya? Ada sesuatu hal yang ga bisa...

Hey, Happy Birthday!

"Happy Birthday! i wish you all the best" Ucapan paling klasik yang selalu didapatkan semua orang pada setiap tahun. Pasti pernah dong ngerasa bosen dan males untuk sekedar ngucapin selamat ulangtahun  ke orang lain? Tapi di satu sisi saat hari kita  tiba, kita menunggu dan menginginkan orang lain secepatnya mengucapkan selamat  pada kita. Memang egois sih, tapi itu kenyataannya kan? Beberapa orang mungkin memilih untuk ga peduli akan hal ini. Ga suka dengan adanya perayaan ini, atau semacamnya.  Ada juga orang yang memang udah ga peduli dengan adanya ucapan itu sih dari awal, ga masalah mau ada orang yang ngucapin atau ngga. Dan aku salah satu orang yang pernah ada di setiap masa itu. Aku pernah berpikir bahwa hal itu ga penting, ga perlu ada hal itu ya ga masalah. Karena menurutku untuk apa sih kita mengulang itu di setiap tahunnya, yang jujur aku pribadi merasakan bahwa saat hari itu tiba biasa aja, ga ada yang spesial, sama aja seperti hari-hari lainn...

If you can't speak well, then shut up!

Pernah gak sih ngerasa sakit hati sama omongan orang? Dan bingung harus gimana karena gak pengen debat atau gak mau bikin situasi jadi gak nyaman.  Aku yakin itu sesuatu hal yang sering banget dirasain sama banyak orang. Entah pelakunya adalah orang terdekat atau bahkan orang yang gak kita kenal. Walaupun kadang, di situasi tertentu kita juga pernah menjadi pelaku, dan melakukannya pada orang lain secara sadar atau tidak sadar. Emang sih, berpendapat itu gak salah. Semua orang bebas untuk mengungkapkan apapun, apalagi di era yang serba canggih kayak sekarang. Yang dimana orang-orang bisa kasih pendapat melalui berbagai  platform dalam waktu sepersekian detik. Tapi menurutku, saking bebasnya malah banyak orang yang jadi kebablasan dalam berpendapat. Sekarang ini orang-orang lebih sering bicara dulu baru mikir daripada mikir dulu baru bicara.  Mereka gak mempertimbangkan apa pendapat mereka itu layak, sopan dalam penyampaiannya, sudah menggunakan tata bahasa yang baik at...